Selasa, 13 Oktober 2009

ISL Telah Tiba

Gong Kasta Sepakbola tertinggi di Indonesia telah ditabuh dengan laga Pembuka mempertemukan 2 Tim dengan Predikat Mantan Juara Kompetisi Liga Persija dengan Mantan Juara Copa Indonesia Arema bertempat di Kandang Arema Stadion Kanjuruhan Malang, serta Tim asal Kota Seminyak Persiba Balikpapan menjamu Juara Ligina I Persib Bandung.


Yang patut dicermati adalah betapa kondusifnya situasi di Stadion Kanjuruhan dimana soporter tim tamu "JakMania" diberi tempat oleh pendukung tuan rumah "Aremania" dan sepanjang pertandingan yang ditayangkan langsung oleh Stasiun Televisi Swasta Nasional tidak terjadi gesekan antara Aremania dan Jakmania.

Hal inilah yang patut diberi skor tinggi terhadap kemajuan persepakbolaan Indonesia, dimana peran suporter merupakan elemen penting pertandingan dan diharapkan kedepannya persepakbolaan Indonesia mampu menarik pihak-pihak swasta sebagai sponsor tim-tim ISL dan menghentikan ketergantungan mantan Tim Perserikatan dari kucuran dana APBD yang sejatinya dana tersebut dapat dialihkan dalam bentuk program-program yang mampu menjadikan bangsa kita mandiri, misal dalam bentuk kredit usaha kecil dan menengah karena dana yang dikucurkan untuk tim Sepakbola sangatlah besar tergantung besaran APBD yang dimiliki daerah tersebut.

Faktor lain yang perlu dicermati adalah jika semua suporter sepakbola pendukung tim yang berlaga di ISL mampu bersikap sportif dan berjiwa besar maka kita bisa berandai-andai stadion kita akan dipenuhi oleh para suporter wanita maupun keluarga seperti yang lazim kita lihat di setiap pertandingan Internasional maupun ketika klub-klub liga Premier Inggris berlaga dan hal ini tentunya akan berdampak pula dengan sumber dana klub yang bisa digali dari harga tiket terusan dan penjualan merchandise klub.

Hal terpenting disamping kedua hal diatas adalah kualitas pertandingan yang disajikan oleh klub-klub peserta ISL, semoga kedepannya keberadaan pemain asing mampu memajukan sepakbola Indonesia.

Bravo Sepakbola Indonesia

Selengkapnya...

Kamis, 01 Oktober 2009

Kesaktian Pancasila

Hari ini tepat perayaan 44 Tahun Hari kesaktian Pancasila, hari dimana ditemukannya 7 Pahlawan Revolusi yang dibunuh dengan cara keji oleh oknum-oknum tertentu dan hampir setiap tahun pada zaman Orde baru selalu diputar film G30S/PKI yang selalu wajib ditayangkan sebagai pengingat kekejaman yang dilakukan oleh PKI.
Ternyata setelah 44 Tahun berlalu dan 10 Tahun pasca Reformasi kebenaran akan sejarah G30S/PKI belum dapat diungkap dengan jelas bahkan semakin kabur takkala Surat Perintah 11 Maret Tahun 1966 atau lebih sering disebut dengan Supersemar kebenarannya diragukan karena teks asli tidak dimiliki oleh Museum Sejarah Nasional.

Peristiwa tepat 44 Tahun lalu ini meninggalkan luka yang cukup dalam bagi para keluarga yang ditinggal oleh sanak familinya dan dibunuh tanpa ada sebuah proses peradilan yang benar dan jelas karena dituduh terlibat dalam Organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia (PKI) dan korban dari pihak rakyat ini cukup besar hinggga mencapai Jutaan Orang yang hingga sekarang tidak terdapat langkah konkrit dari Pemerintah terkait nasib mereka yang telah meninggal sebagai saksi bisu peralihan kekuasaan dan bahkan yang lebih parah adalah status ex Tapol di KTP para keluarga yang dituduh terlibat dalam organisasi terlarang dimana mereka bahkan lebih sengsara daripada sanak keluarga mereka yang meninggal karena pembantaian yang dilakukan oleh sesama anak bangsa karena mereka diwajibkan lapor dan akses untuk mendapat pekerjaan akan sangat sulit didapat.
Inilah sebuah fakta Sejarah, dimana Sejarah G30S dikaburkan dan hanya menguntungkan salah satu pihak dan inilah sebuah kebenaran dari sebuah filsafat lama dimana "Sekeranjang Kebenaran akan kalah oleh Segenggam Kekuasaan" dan Sejarah selalu diciptakan oleh orang-orang yang menggenggam kekuasaan.

Apakah ini yang disebut dengan Kesaktian Pancasila ketika jutaan nyawa melayang sebagai bentuk dari sebuah Kesaktian Pancasila.

Semoga Pemerintah yang baru mampu menguak akan kebenaran fakta sejarah yang telah lama kabur dan seakan dihilangkan dari benak kita.
Selengkapnya...

Rabu, 30 September 2009

Untuk Kota Tepian

Selamat Pagi Samarinda...

Krisis air telah berlalu di Kota Tepian setelah 1 hari air mati sehingga cukup mengakibatkan kepanikan. Berdasarkan sumber-sumber berita yang simpang siur krisis air disebabkan level air Sungai Mahakam yang sangat kesohor turun pada level yang cukup rendah dan menyebabkan air laut masuk ke dalam badan air Sungai Mahakam dan hal inilah yang menyebabkan PDAM memutuskan tidak melakukan tugasnya untuk sementara waktu karena sumber air tidak layak untuk diolah dan dijadikan air bersih bagi warga kota Tepian.
Permasalahan air bersih merupakan salah satu problem yang dihadapi oleh penduduk Kota Tepian disamping masalah listrik yang memang menjadi problem dasar bagi para penduduk di Luar Pulau Jawa. Laju tingkat pertambahan kendaraan bermotor roda 2 dan roda 4 yang tiap tahunnya semakin meningkat dan serta belum ada tanda-tanda perbaikan infrastruktur yang cukup memadai jika dibiarkan maka pekerjaan rumah bagi calon Wakikota Samarinda 2010-2015 akan bertambah.

Permasalahan air merupakan permasalahan yang lumayan pelik, mengingat disini tidak terdapat gunung yang biasanya menyimpan sumber mata air yang cukup besar sehingga PDAM mampu menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan setiap orang di Kota Tepian.
Konsep desalinisasi atau pemurnian air laut dan potensi sungai Mahakam harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ataupun dilakukan riset yang lebih lanjut terhadap sungai bawah tanah yang mdapat dijadikan sumber air, namun perlu diperhatikan keberlanjutan penggunaan sumber air bawah tanah mengingat laju pertumbuhan deforestisasi untuk kepentingan pembukaan lahan untuk pertambangan, sawah dan ladang serta pemukiman penduduk akan mempercepat jika tidak diimbangi dengan penanaman sejuta pohon akan mempercepat habisnya sumber air bawah tanah mengingat kawasan hutan merupakan catchment area yang cukup besar untuk menampung air hujan, sebagai contoh Kota Jakarta sedang mengalami krisis sumber air bawah tanah yang cukup akut mengingat intrusi air laut sudah mencapai kawasan Jakarta Pusat, jika hal ini dibiarkan terus menerus maka kota Jakarta hanya tinggal menggantungkan Sungai Ciliwung sebagai sumber air. Tentunya kita warga Kota Tepian tidak menginginkan hal ini terjadi di Kota yang kita cintai ini.
Sebuah aksi tentu diperlukan untuk menyelamatkan warga Kota Tepian dari krisis air bersih karena jika kondisi hutan kita yang makin lama makin habis karena berbagai alasan pembukaan lahan tidak dibenahi maka krisis air bersih akan melanda kita. Sebagai langkah awal yang cukup kongkrit adalah gerakan menanam 1 pohon untuk 1 jiwa dan mengeluarkan peraturan yang cukup signifikan dari pihak yang memiliki kebijakan untuk menghentikan pembukaan hutan dan menyelamatkan hutan kita yang sudah kritis. Semoga langkah kecil ini mampu menyelamatkan bumi ini dan anak cucu kita, karena ini semua adalah titipan dari anak cucu kita.
Selengkapnya...

Kamis, 24 September 2009

Mudik

Mudik...
Alhamdulillah akhgirnya kerinduan akan kampung halaman telah terobati...
Makan makanan yang khas kampung halaman meski tidak semua dijelajahi namun sudah cukup melegakan hati :)

Mudik merupakan fenomena unik masyarakat Indonesia, tidak memandang status derajat, pangkat, harta dan segala macam status, semua orang merayakan hari raya Idul Fitri dengan gembira menyambut kemenangan kita dalam berpuasa.
Stasiun TV Swasta berlomba menayangkan live report jalur mudik di Pulau Jawa, maupun pulau2x selain jawa.
Mudik tanpa terasa telah mampu menggerakkan roda perekonomian dari hiruk-pikuk macetnya jalanan Ibu Kota Jakarta, menjadi beralih ke kampung halaman masing2x pemudik. Selain membawa kerinduan yang akan bertemu dengan keluarga, kerabat, dan handai taulan. Tentunya yg tidak ketinggalan adalah membawa uang angpao buat dibagikan ke anak2x kecil maupun ke saudara2x...
Tradisi Angpao merupakan tradisi yang telah mendarah daging, ketika saya kecil, saya masih ingat selalu berharap mendapatkan angpao dari Budhe dan Bulek saya :), dan ketika sekarang saya sudah bekerja tiba giliran saya untuk membagikan angpao bagi saudara2x saya :). Sangat menyenangkan karena akhirnya bisa membagikan sedikit jerih payah setelah merantau di seberang lautan.

Semoga tradisi mudik ini tidak akan punah dan tak akan lekang oleh waktu
Selengkapnya...

Forum Bebas Nilai © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute